Secara fisik Gedung Sobokartti menghadapi berbagai masalah. Masalah yang paling mendesak adalah kerusakan atap, banjir, tidak adanya fasilitas kamar mandi/wc, serta instalasi listrik yang sudah tua.

Kerusakan atap yang paling parah adalah pada bagian atap brunjung yang masih menggunakan sirap. Namun bila hujan air yang masuk dari brunjung juga mengalir ke bagian atap penanggap sehingga usuk dan reng pada  penanggap juga mengalami kerusakan dan pelapukan. 

fisik-sobokartti

Tinggi permukaan lantai gedung Sobokartti saat ini lebih rendah daripada permukaan tanah di luarnya yang telah mengalami pengurugan. Akibatnya, apabila hujan air yang meresap ke dalam tanah akan merembes ke dalam bangunan melalui celah-celah di lantai. Ditambah dengan kebocoran atap, bila hujan lebat ketinggian air di dalam bangunan bisa mencapai lebih dari 50 sentimeter, dan karena lantai bangunan rendah, air yang berada di dalam terperangkap dan tidak bisa mengalir ke luar. Untuk mengatasinya saat ini dengan menguras secara manual. 

sobokartti-001comp