2255423412_72551a33d5

Ketertarikan dunia barat pada musik kepulauan Indonesia adalah fenomena yang relatif baru. Orang Eropa pertama yang memberikan reaksi pada musik Jawa nampaknya adalah Sir Francis Drake. Salah satu entri yang terkenal dalam buku log kapal HMS Golden Hind (1580) adalah tentang pertukaran musikal di pantai selatan Jawa antara penguasa setempat dan tamu-tamunya dari Inggris: ’Raja Donan naik ke kapal – menyajikan musik negaranya pada jenderal kami, yang meski sangat aneh, tapi terdengar indah dan menyenangkan.’ Setelah uraian sekilas itu, yang belum tentu tentang musik gamelan, baru 200 tahun kemudian Sir Thomas Stamford Raffles memberikan perhatian yang lebih aktif pada kebudayaan Jawa, melakukan penelitian tentang sejarah pulau itu dan membawa instrumen-instrumnen gamelan dan boneka wayang ke Inggris. Rupanya instrumen-instrumen itu adalah satu-satunya yang ada di Inggris, sampai 1971 ketika kedutaan Indonesia di London mendatangkan seperangkat gamelan dari Solo yang diberi nama Kyai Rawatmeja. Peristiwa ini menandai awal yang sebenarnya studi praktis musik gamelan di Inggris.

Sumber: Sorell (1990) A Guide to the Gamelan.

gamelan-anak-anak