LATAR BELAKANG

Saat ini sering dikeluhkan bahwa generasi muda sudah tidak tertarik kepada wayang kulit.  Wayang kulit selama ini identik dengan generasi lama atau orang tua, kuno, apalagi bahasa pengantarnya bahasa Jawa yang tidak populer lagi di kalangan generasi muda. Di sisi lain, wayang kulit Indonesia oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) telah ditetapkan sebagai “Karya Agung Budaya Lisan dan Takbenda Warisan Manusia” (“Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity”). Ini membawa konsekuensi bahwa wayang kulit harus dilestarikan dan diteruskan kepada generasi yang akan datang. Tanggungjawab paling besar tentunya berada pada bangsa Indonesia sebagai pemilik wayang.

Berangkat dari kenyataan itu Perkumpulan Seni Budaya dan Gedung Cagar Budaya Sobokartti Semarang merasa terpanggil untuk berupaya memperkenalkan wayang kulit pada siswa sekolah dasar melalui pendekatan partisipatif. Pendekatan partisipatif ini dipilih karena lebih efektif daripada sekedar mengajak anak-anak untuk menonton pertunjukan wayang kulit, meski kelemahannya adalah tidak bisa melibatkan anak-anak dalam jumlah besar. Namun, diharapkan anak-anak yang relatif sedikit ini akan mempunyai apresiasi yang lebih baik terhadap wayang kulit, serta pengetahuan mereka tentang wayang kulit akan lebih terinternalisasi dan berkelanjutan.

TUJUAN

Tujuan Program Pengenalan Wayang Kulit pada Siswa SD kelas 3 – kelas 6 ini adalah untuk menumbuhkan apresiasi anak-anak pada wayang kulit sejak usia dini. Sebagai pewaris seni wayang kulit anak-anak ini di masa depan akan mempunyai peran yang sangat penting dalam melestarikan kesenian tersebut.

BENTUK KEGIATAN

Program pengenalan ini dibagi menjadi dua kegiatan pokok:

  1. Pengenalan umum pada cerita wayang yang bersumber pada Ramayana dan Mahabarata serta tokoh-tokoh utamanya.
  2. Pengenalan pada teknik memainkan wayang kulit. Dengan acuan lakon “Kangsa Adu Jago” yang berdurasi sekitar 2 jam serta telah disesuaikan dengan dunia anak-anak berusia 8 tahun sampai 12 tahun, peserta diperkenalkan pada berbagai pengetahuan dan ketrampilan yang harus dikuasai seorang dhalang.

Pada akhir kegiatan ini tidak diadakan ujian atau penilaian, tapi semua peserta berhak mendapatkan sertifikat yang menyatakan bahwa mereka telah pernah mengikuti kegiatan ini. Selain itu atas kesepakatan di antara peserta sendiri, peserta yang dianggap paling mampu di antara mereka akan menyajikan “Kangsa Adu Jago” pada penonton umum.

PESERTA

Peserta adalah siswa-siswa sekolah dasar atau sederajat yang duduk di kelas 3 sampai kelas 6 (usia sekitar 8 tahun sampai 12 tahun). Ditetapkannya usia minimal 8 tahun karena pada usia tersebut anak-anak sudah mampu membaca dengan baik.

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Kegiatan ini akan dimulai pada Jumat, 18 Juni 2010 dan berlangsung selama 4 (empat) bulan. Kegiatan diadakan setiap hari Jumat sore antara jam 16.00 sampai 18.00 di Gedung Sobokartti, Jl. Dr Cipto No 31-33, Semarang

BIAYA

Untuk mengikuti program ini masing-masing peserta dikenai biaya Rp.25.000,- per bulan (total Rp. 100.000,- untuk 4 bulan).

INFORMASI/ PENDAFTARAN

D. Soetrisno (081 225 500 166) atau langsung ke Gedung Sobokartti Jalan Dr Cipto 31-33 Semarang.

PELAKSANAAN KEGIATAN

Kegiatan pengenalan telah dimulai pada 18 Juni 2010 diikuti oleh delapan orang anak.