Berita


Pentas Setu Legen 20 Agustus 2010 menyajikan Tari Kera (Sanggar Puspa Nugraha), Golek Mugi Rahayu (kursus tari Sobokartti) dan wayang kulit “Suryadadari (Ki Reno Wardoyo, siswa kursus pedhalangan Sobokartti). Setu Legen kali ini direkam oleh Cakra Semarang TV dan pada saatnya nanti akan disiarkan.

Tari Kera (Sanggar Puspa Nugraha)

Tari Kera (Sanggar Puspa Nugraha)

Tari Golek Mugi Rahayu

Tari Golek Mugi Rahayu

Ki Reno Wardoyo (kanan) menerima piagam dari D. Soetrisno (Sekretaris Sobokartti)

Ki Reno Wardoyo

Sajian gamelan gadhon oleh Karawitan Sobokartti mengisi Malam Tirakatan Dies Natalis Unika Soegijapranata 4 Agustus 2010, dengan ‘bintang tamu’ Prof. Sumarsam (Wesleyan University, AS) memainkan gender. Gendhing-gendhing yang diperdengarkan antara lain Ladrang Wilujeng dan Ladrang Mugi Rahayu, sebagai harapan agar Unika Soegijapranata selamat dan terus maju.

Berbagai lomba anak-anak akan diadakan warga yang tinggal di lingkungan Sobokartti untuk menyambut ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke 65.

Pada 1 Agustus 2010 Wakil Walikota Semarang Hendi Hendrar Prihadi telah mengunjungi Gedung Sobokartti.

Rencananya Walikota Sumarmo juga akan datang, tapi entah mengapa batal.

Spanduk menyambut Walikota dan Wakil Walikota

Pentas Setu Legen 16 Juli 2010 menampilkan dhalang Ki Sartono yang menyajikan lakon “Pandhawa Kumpul” dengan iringan karawitan Sobokartti.

Sebelum pementasan wayang kulit disajikan Tari Payung oleh peserta kursus tari anak-anak Sobokartti, Tari Rantaya Putri Alus oleh peserta kursus tari dewasa Sobokartti  dan Tari Eka Prawira dari Sanggar Puspa Nugraha Semarang.

Juga disajikan fragmen wayang kulit “Kangsa Adu Jago” oleh Muhammad Harel Alzafar (10 tahun) peserta Program Pengenalan Wayang pada Siswa Sekolah Dasar.

Seluruh acara dipandu Hari Kamidi, peserta kursus panatacara Sobokartti.

Semarang & Sekitarnya

08 Juni 2010

Sobokartti Kenalkan Wayang pada Siswa SD

SEMARANG TIMUR-Dalam rangka melestarikan wayang kulit dan meneruskan kepada generasi mendatang, Perkumpulan Seni Budaya dan Gedung Cagar Budaya Sobokartti mengadakan program pengenalan wayang kulit pada Siswa SD kelas 3-kelas 6.

Kegiatan ini akan dimulai, Jumat (18/6), dan berlangsung selama empat bulan. Kegiatan diadakan setiap Jumat sore dari pukul 16.00-18.00 di Gedung Sobokartti, Jl Dr Cipto No 31-33.

Pada program tersebut memperkenalkan cerita wayang yang bersumber pada Ramayana dan Mahabarata serta tokoh-tokoh utamanya. Selain itu juga memberi pengenalan teknik memainkan wayang kulit dengan acuan lakon Kangsa Adu Jago yang berdurasi selama dua jam.

Koordinator Sobokartti, Tjahjono Rahardjo mengatakan, pelatihan tersebut juga akan disesuaikan dengan dunia anak-anak berusia 8-12 tahun.

”Pengenalan tersebut melalui pendekatan partisipatif karena lebih efektif daripada sekadar mengajak anak-anak untuk menonton pertunjukan wayang kulit. Diharapkan, dari kegiatan ini anak-anak mempunyai apresiasi yang lebih baik terhadap wayang kulit,’’ ujarnya. (K16-67)

SUARA MERDEKA CETAK – Sobokartti Kenalkan Wayang pada Siswa SD.

LATAR BELAKANG

Saat ini sering dikeluhkan bahwa generasi muda sudah tidak tertarik kepada wayang kulit.  Wayang kulit selama ini identik dengan generasi lama atau orang tua, kuno, apalagi bahasa pengantarnya bahasa Jawa yang tidak populer lagi di kalangan generasi muda. Di sisi lain, wayang kulit Indonesia oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) telah ditetapkan sebagai “Karya Agung Budaya Lisan dan Takbenda Warisan Manusia” (“Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity”). Ini membawa konsekuensi bahwa wayang kulit harus dilestarikan dan diteruskan kepada generasi yang akan datang. Tanggungjawab paling besar tentunya berada pada bangsa Indonesia sebagai pemilik wayang.

Berangkat dari kenyataan itu Perkumpulan Seni Budaya dan Gedung Cagar Budaya Sobokartti Semarang merasa terpanggil untuk berupaya memperkenalkan wayang kulit pada siswa sekolah dasar melalui pendekatan partisipatif. Pendekatan partisipatif ini dipilih karena lebih efektif daripada sekedar mengajak anak-anak untuk menonton pertunjukan wayang kulit, meski kelemahannya adalah tidak bisa melibatkan anak-anak dalam jumlah besar. Namun, diharapkan anak-anak yang relatif sedikit ini akan mempunyai apresiasi yang lebih baik terhadap wayang kulit, serta pengetahuan mereka tentang wayang kulit akan lebih terinternalisasi dan berkelanjutan.

TUJUAN

Tujuan Program Pengenalan Wayang Kulit pada Siswa SD kelas 3 – kelas 6 ini adalah untuk menumbuhkan apresiasi anak-anak pada wayang kulit sejak usia dini. Sebagai pewaris seni wayang kulit anak-anak ini di masa depan akan mempunyai peran yang sangat penting dalam melestarikan kesenian tersebut.

BENTUK KEGIATAN

Program pengenalan ini dibagi menjadi dua kegiatan pokok:

  1. Pengenalan umum pada cerita wayang yang bersumber pada Ramayana dan Mahabarata serta tokoh-tokoh utamanya.
  2. Pengenalan pada teknik memainkan wayang kulit. Dengan acuan lakon “Kangsa Adu Jago” yang berdurasi sekitar 2 jam serta telah disesuaikan dengan dunia anak-anak berusia 8 tahun sampai 12 tahun, peserta diperkenalkan pada berbagai pengetahuan dan ketrampilan yang harus dikuasai seorang dhalang.

Pada akhir kegiatan ini tidak diadakan ujian atau penilaian, tapi semua peserta berhak mendapatkan sertifikat yang menyatakan bahwa mereka telah pernah mengikuti kegiatan ini. Selain itu atas kesepakatan di antara peserta sendiri, peserta yang dianggap paling mampu di antara mereka akan menyajikan “Kangsa Adu Jago” pada penonton umum.

PESERTA

Peserta adalah siswa-siswa sekolah dasar atau sederajat yang duduk di kelas 3 sampai kelas 6 (usia sekitar 8 tahun sampai 12 tahun). Ditetapkannya usia minimal 8 tahun karena pada usia tersebut anak-anak sudah mampu membaca dengan baik.

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Kegiatan ini akan dimulai pada Jumat, 18 Juni 2010 dan berlangsung selama 4 (empat) bulan. Kegiatan diadakan setiap hari Jumat sore antara jam 16.00 sampai 18.00 di Gedung Sobokartti, Jl. Dr Cipto No 31-33, Semarang

BIAYA

Untuk mengikuti program ini masing-masing peserta dikenai biaya Rp.25.000,- per bulan (total Rp. 100.000,- untuk 4 bulan).

INFORMASI/ PENDAFTARAN

D. Soetrisno (081 225 500 166) atau langsung ke Gedung Sobokartti Jalan Dr Cipto 31-33 Semarang.

PELAKSANAAN KEGIATAN

Kegiatan pengenalan telah dimulai pada 18 Juni 2010 diikuti oleh delapan orang anak.


Laman Berikutnya »